Bagaimana mengajari anak membaca sejak dini – Langkah demi Langkah

  • Whatsapp
Bagaimana mengajari anak membaca sejak dini - Langkah demi Langkah
Family. Mother with daughter in a bed

Membaca merupakan salah satu keterampilan dasar yang harus dikuasai oleh anak. Oleh karena itu, orang tua harus memikirkan strategi apa yang bisa dilakukan untuk mengajari anak membaca sejak dini agar hasilnya juga maksimal.

Mungkin masih banyak pertanyaan yang muncul di benak banyak orang tua baru, seperti; Sejak kapan sebaiknya anak dilatih membaca? Jawabannya tentu saja secepat mungkin.

Read More

Anak-anak yang masih di usia dini akan sangat mudah melihat apa yang mereka lihat, dengar dan rasakan. Jadi sangat disarankan untuk mengajar anak membaca bahkan sebelum mereka mulai bersekolah.

Bagaimana mengajari anak membaca sejak dini - Langkah demi Langkah

Bagaimana Mengajari Anak Membaca

Penting untuk diingat bahwa agar anak lancar membaca, orang tua harus ikut serta sejak anak masih dalam kandungan.

Jadi ada yang namanya tahap pra membaca, dimana ibu hamil disarankan untuk rutin membaca buku dengan suara keras agar bisa mempengaruhi anak meski masih dalam kandungan. Cara ini mungkin terdengar sepele, namun hasilnya akan luar biasa jika dilakukan.

Berikut ini beberapa cara untuk mengajari anak membaca tahap awal

1. Menggunakan media buku cerita bergambar

Untuk anak-anak sebuah gambar akan menarik. Jadi bukan berarti karena ingin belajar membaca, maka buku yang digunakan adalah buku tanpa gambar. Anda salah jika melakukannya.

Pilih buku dengan kualitas gambar yang menarik. Jika anak sudah tertarik dengan gambar yang ada di buku, otomatis anak akan senang belajar membaca.

Karakteristik Buku Cerita Bergambar
  • Memiliki gambar yang berwarna-warni.
  • Belum terlalu banyak yang ditulis.
  • Ukuran fontnya cukup besar.
  • Bercerita tentang dunia imajiner atau dongeng.
  • Bercerita tentang tokoh kartun yang disukai anak.

2. Menggunakan Media Kartu Baca

Sudah menjadi rahasia umum bahwa anak-anak menyukai objek dengan gambar. Apalagi jika itu adalah gambar yang berhubungan dengan hewan atau karakter yang disukainya.

Menggunakan flash card atau kartu baca juga efektif dalam mengajar anak membaca. Anda bisa memilih beberapa flash card yang disukai anak Anda.

Baca Juga :  Cara Mendidik Anak Berbicara Bahasa Inggris Di Rumah

Fitur-fitur kartu flash yang bagus:
  • Berisi gambar berwarna yang berhubungan dengan hewan atau figur tertentu
  • Ada tulisan di bagian bawah atau atas kartu.
  • Gambar yang ditampilkan jelas dan sesuai dengan namanya.

3. Membaca Sambil Bernyanyi

Jika ingin mengajari anak cara membaca yang efektif, Anda bisa menyampaikannya melalui nyanyian. Sebuah lagu yang ditulis dan kemudian dinyanyikan bersama secara implisit akan mengajari anak cara membaca.

Metode yang digunakan :
  • Pilih lagu dengan lirik yang sering diulang
  • Ambil kertas, lalu tulis lagunya
  • Bernyanyi bersama anak-anak sambil menunjukkan tulisan

4. Belajar Menggunakan Karpet Huruf

Anak-anak biasanya suka berbaring di atas karpet. Jadi ada baiknya jika karpet yang Anda pilih merupakan karpet yang memiliki gambar menarik tertentu lengkap dengan deskripsinya.

Cobalah untuk memuat teks yang cukup besar dalam jenis font biasa. Dengan begitu, saat anak terbaring di karpet, ia akan melihat tulisan dan gambarnya. Dengan begitu dia tertarik pada gambar, lihat apa yang dia tulis dan ajari dia bagaimana membacanya.

5. Baca Via Gadget

Anda dapat menggunakan teknologi untuk mengajari anak membaca. Ada banyak aplikasi yang bisa Anda gunakan untuk belajar bersama anak. Anda bisa menggunakan aplikasi yang mengenalkan anak pada huruf.

Aplikasi yang menyanyikan huruf-huruf alfabet. Anda bahkan dapat memilih aplikasi matematika untuk anak-anak. Jadi Anda tinggal menyesuaikan kebutuhan anak.

6. Rekatkan Huruf ABC di Dinding

Meskipun metode ini cukup kuno, menempelkan alfabet ABC di dinding akan menarik perhatian anak Anda. Begitu mereka tertarik, barulah Anda mengajari mereka cara membaca.

Apalagi alfabet ABC saat ini telah didesain dengan sangat menarik. Jika anak Anda tidak tertarik, poskan gambar binatang dan buah juga.

Baca juga: Cara Mudah Mengajarkan Anak Membaca Tanpa Mengeja

Tahapan Mengajari Membaca untuk Anak TK

Tahap pertama ini seringkali dilupakan oleh banyak orang tua. Mereka hanya fokus mengajar anak membaca saat mereka lahir, bahkan ada yang mengajari anak membaca saat mulai masuk taman kanak-kanak.

Tahap selanjutnya adalah tahap membaca teknis. Di sini, anak-anak mulai dilatih membaca secara langsung.

Jika kedua tahapan tersebut sudah jelas, yuk langsung ke tahapan belajar membaca anak Taman Kanak-kanak yang bisa Anda coba di rumah untuk Anda.

Jangan lupa untuk membacanya sampai akhir, agar pemahaman orang tua semakin terbuka setelah membaca artikel ini.

1. Mulailah Mengajar Anak Membaca Setelah Anak Makan Dengan Tangan Sendiri

Mengapa seperti itu? Penelitian telah menunjukkan bahwa anak-anak yang mampu makan sendiri memiliki peluang bagus untuk memahami berbagai hal dengan cepat.

Orang tua tidak perlu takut membiarkan anaknya mengerahkan kemampuannya untuk makan sendiri, karena dengan begitu koordinasi mata dan tangan akan lebih maksimal.

Dengan memberi makan makanan sendiri, anak-anak akan mengerti bagaimana cara memasukkan makanan ke dalam mulut, cara mengambil makanan dari piring dan sebagainya.

Baca Juga :  Tips Mengasuh Anak Untuk Anak yang Masih Diusia Dini

Anda sebagai orang tua juga bisa mengajari anak Anda untuk menuangkan minumannya sendiri agar anak bisa fokus dan bergerak lebih baik.

2. Pemanasan sebelum proses belajar anak sangat penting

Pemanasan yang dimaksud di sini bukanlah pemanasan ala latihan berat. Tetapi pemanasan ringan seperti jogging, lompat, atau merayap. Ini adalah bagian penting untuk memulai proses belajar membaca si kecil.

Orang tua bisa mengajak anak jogging di dalam ruangan. Anda juga bisa bermain kejar-kejaran, namun jangan sampai anak terlalu lelah setelah bermain.

Anak-anak juga bisa melompat atau memainkan permainan perang dengan mengajari mereka merayap mendekati musuh.

Dengan melompat, jogging, bahkan merayap, otot besar anak menjadi “penuh” karena rangsangan yang diterimanya.

Stimulus ini berguna agar ketika anak duduk dan mendengarkan kita mengajari mereka membaca, mereka akan cenderung tenang dan mampu berkonsentrasi penuh.

3. Memperkenalkan Anak dengan Huruf A sampai Z

Sebagai orang tua, teman perlu mengingat bahwa anak tidak bisa diajari membaca secara langsung, terutama mereka yang belum atau masih duduk di Taman Kanak-kanak.

Hal pertama yang harus dilakukan adalah mengenalkan anak pada huruf-huruf dari A sampai Z. Anda bisa membeli papan surat dan mengurutkannya sesuai abjad.

Kapanpun Anda memberi tahu anak, misalnya, ini adalah huruf A, bimbing juga anak untuk mengucapkannya bersama-sama.

Jadi anak yang akan ingat bahwa bentuk segitiga dan berkaki dua itu alfabet A. Lakukan sampai huruf Z. Hal ini dapat memudahkan bapak dan ibu untuk mengajari anak membaca dirumah, karena anak sudah dapat kenali surat-surat ini dengan baik.

4. Ucapkan dan Hafalkan Suku Kata

Ketika kami masih kecil, para guru di sekolah selalu mengajari siswanya melafalkan suku kata INI BUDI, I-NI BU-DI bersama-sama. Anda pasti bisa menerapkan metode yang sama untuk mengajari bayi Anda membaca.

Ajari anak untuk melafalkan suku kata seperti DA-DI-DU-DE-DO, BA-BI-BU-BE-BO, dan beri anak pemahaman tentang konsonan dan vokal.

Setelah mereka pandai melafalkannya, ajak teman Anda untuk menghafalnya bersama. Proses ini dapat memudahkan anak untuk mengingat apa yang baru saja mereka katakan.

Teman dapat membantu dengan tidak terlalu kaku dalam proses pelafalan. Gunakan benda-benda terdekat sebagai alat peraga jika perlu.

5. Variasikan suku kata dari anak teman

Setelah mengajarkan dasar-dasarnya, Anda dapat melatih anak-anak Anda dengan memvariasikan suku kata.

Jika hanya DA-DI-DU-DE-DO, perkenalkan anak dengan suku kata seperti DA-PUR-BA-PAK. Ini akan melatih anak untuk lebih mengenal berbagai variasi dalam dunia kata.

Pada tahap ini semakin sulit, tetapi jangan lanjutkan ke tahap berikutnya jika tidak lancar di bagian ini.

Teman juga bisa memperkenalkan suku kata dengan gambar agar lebih mudah diingat. Kita semua tahu bahwa jika visualisasi anak-anak sangat kuat, mereka hanya dapat mengingat hal-hal dari gambar yang mereka lihat saat masih kecil. Manfaatkan ini sebaik mungkin.

6. Latih Anak untuk Membaca Secara Keseluruhan

Jika anak Anda mampu melewati langkah-langkah di atas, Anda bisa memasuki tahap ini. Dimana teman dengan anak akan membaca bersama.

Baca Juga :  Wajahku Timbul Jerawat - "Aku Tidak Bisa Pergi ke Luar Rumah"

Ingat keajaiban membaca dengan suara keras untuk memperkuat ingatan anak tentang sesuatu. Bacalah dengan lantang dan jelaskan arti dari apa yang telah Anda baca sebelumnya.

Minta bayi Anda untuk melakukan hal yang sama, membacakan dengan lantang apa yang baru saja Anda baca. Jika diulang seperti itu pasti akan tersimpan di memori anak. Lanjutkan sampai halus.

7. Ciptakan Suasana Belajar yang Menyenangkan

Sahabat wajib mengingat bahwa semua langkah di atas harus dilakukan dengan cara yang menyenangkan. Jangan memaksa anak teman Anda untuk belajar terlalu cepat, seperti pola belajar orang dewasa.

Karena mereka masih sangat dini untuk menjadi seperti itu. Sebagai orang tua, Anda dapat memotivasi anak Anda jika ia merasa sedih karena tidak mampu melakukannya dengan baik.

Bagaimana mengajari anak membaca sejak dini - Langkah demi Langkah

Kebiasaan Membaca yang Buruk

Hal terakhir yang kita bicarakan dalam hambatan membaca adalah kebiasaan buruk seseorang. Kebiasaan membaca yang buruk akan mengganggu kecepatan membaca Anda. Beberapa kebiasaan buruk yang dimiliki orang adalah:

1. Vokalisasi

Ini dilakukan dengan mengucapkan apa yang Anda baca. Dengan begitu, kecepatan membaca Anda akan sama dengan kecepatan berbicara Anda. Tahukah Anda apa kecepatannya? Sangat lambat, hanya 120 kata per menit. Silakan coba sendiri dan hitung.

2. Sub Vokalisasi

Beberapa orang membaca dengan diam-diam di bibir, tetapi tanpa suara. Dengan cara ini, efeknya kurang lebih sama dengan vokalisasi, yaitu kecepatan membacanya sama kecepatan bicara.

3. Gerakan Bibir

Ada juga yang tidak bersuara, tapi bibirnya seperti orang berbicara dan melafalkan sesuatu. Kebiasaan ini memiliki akibat yang sama dengan dua kebiasaan buruk yang telah kita bahas.

4. Gerakan Kepala

Banyak orang saat membaca kepalanya bergerak kata demi kata dalam bahan bacaan. Kebiasaan ini akan menghambat kecepatan membaca karena gerakan kepala sebenarnya jauh di belakang gerakan mata.

5. Regresi (Terbalik)

Pernahkah Anda membaca kalimat atau paragraf dan tidak yakin apa yang Anda rasakan atau tidak Anda pahami, maka Anda kembali dan mengulangi kalimat atau paragraf tersebut.

Bayangkan jika dalam satu halaman Anda melakukannya 10-15 kali, berapa banyak waktu yang terbuang percuma.

Bagaimana mengajari anak membaca sejak dini - Langkah demi Langkah

Baca juga: Cara Mengajari Anak Membaca Dengan Cepat Dirumah

Kesimpulan

Berlatihlah membaca untuk anak Anda dengan menyiapkan gambar yang berwarna dan menarik sebagai alat peraga yang dapat lebih mengoptimalkan kemampuan indranya. Terakhir, kegiatan ini bukanlah kegiatan yang mudah.

Oleh karena itu, dalam hal ini bukan hanya peran ibu saja yang dibutuhkan, tetapi peran ayah juga dibutuhkan. Karena anak adalah tanggung jawab bersama, tanggung jawab kedua orang tua, bukan hanya ibu atau bapak.

Itulah berbagai ulasan tentang cara belajar membaca untuk anak di rumah. Butuh kesabaran untuk mengajari si kecil. Lambatnya anak dalam merespon metode membaca di atas bukan menjadi kendala bagi orang tua untuk memberikan pengajaran yang terbaik bukan?

Semoga berhasil dan semoga berhasil!

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *