Mengenal Susu Soya, Susu Formula Penambah Berat Badan Bayi 3 Bulan yang Paling Efektif

  • Whatsapp
Susu Formula Penambah Berat Badan Bayi 3 Bulan

Bagi para orang tua yang baru saja mendapatkan buah hati, jangan sampai lupa untuk selalu memantau perkembangan si kecil. Cara termudah untuk memantau perkembangan si kecil adalah melihat berat badannya. Berdasarkan kurva perkembangan, berat normal atau idealnya untuk bayi berusia 0-3 bulan adalah 2.5 – 4.7 kg. Apabila bayi masih berada dibawah kurva, maka tidak ada salahnya menggunakan susu formula penambah berat badan bayi 3 bulan.

Setelah lahir hingga berusia 6 bulan, bayi memang sebaiknya diberikan asi full. Namun, terkadang ibu mengalami kesulitan dalam supply asi sehingga berdampak pada beratnya bayi. Jika hal ini terjadi, maka tidak ada salahnya menggunakan susu formula guna membantu memberikan gizi yang dibutuhkan. Selain anak mendapatkan gizi yang cukup, ibu pun menjadi lebih tenang.

Jika sudah memutuskan menggunakan susu formula, pertanyaan berikutnya adalah apakah aman jika susu ini diminum oleh bayi? Untuk menjawab pertanyaan ini, orang tua bisa memulai dengan memberikan terlebih dahulu susu sapi. Ini merupakan jenis susu yang paling umum diberikan dan digunakan oleh kebanyakan orang tua.

Setelah diberikan kepada bayi, pastikan untuk memperhatikan efek pada tubuhnya. Karena tidak semua balita dibolehkan meminum susu sapi alias alergi. Jika hal ini terjadi, segera ganti dengan yang lainnya seperti susu soya. Ini adalah jenis lain yang banyak direkomendasikan bagi mereka yang alergi.

Apakah Itu Susu Soya & Amankah untuk Bayi?

Bagi yang belum tahu, susu soya merupakan minuman yang berasal dari kedelai dan merupakan produk sampingan dari tahu. Secara fisik, warnanya tergolong sama dengan jenis susu yang biasa dikonsumsi,, hanya saja warnanya ada sedikit kekuningan.

Susu soya memang dipercaya baik untuk kesehatan tubuh. Namun, yang menjadi perdebatan hingga kini adalah apakah susu soya boleh diminum oleh bayi? Jika aman, pada umur berapakah bayi boleh mulai meminum susu ini?

Sebelum membahas lebih jauh mengenai aman tidaknya susu soya, mari ketahui terlebih dahulu apa saja yang terkandungan pada susu ini. Tidak sedikit orang tua yang berpikir bahwa yang terkandungan pada soya tidak selengkap susu sapi, sehingga mereka cenderung tidak menggunakannya. Padahal, faktanya kandungan yang dimiliki tidak jauh berbeda dan lengkap seperti susu sapi.

Perlu diketahui bahwa setiap susu formula mungkin memiliki kandungan yang beragam. Jadi, untuk memastikan kandungannya, periksalah terlebih dahulu tabel komposisi kandungan pada kemasannya. Setelah mengetahui kandungannya, bisa dipastikan bahwa susu ini sama sehat dan bagusnya seperti susu sapi.

Pertanyaan berikutnya adalah apakah ada efek samping jika bayi umur 3 bulan mengkonsumsi susu soya? Atau apakah perkembangan anak menjadi terhambat jika meminum susu nabati ini? Tidak ada penelitian resmi yang menunjukkan bahwa susu ini memberikan efek buruk pada bayi dibawah 6 bulan. Mengapa demikian? Nutrisi susu soya sama-sama sehat dan bagusnya seperti halnya yang terkandung pada susu sapi.

Dengan mengetahui kandungan dan fakta bahwa tidak ada efek untuk bayi, maka bisa disimpulkan bahwa susu soya cukup aman untuk diberikan kepada bayi. Namun, untuk memastikan bahwa susu yang dipilih aman, maka tetap harus sesuai dengan anjuran dan arahan dokter.

Kapan Bayi Perlu Mengkonsumsi Susu Soya?

Semua orang tua tentunya ingin memberikan asupan yang terbaik untuk anaknya sejak lahir. Oleh karena itu pemberian asi kepada bayi sejak lahir sangat dianjurkan oleh setiap rumah sakit di Indonesia. Namun, jika dalam masa perkembangannya bayi kekurangan gizi, maka orang tua dapat menggunakan bantuan susu formula dengan jenis apapun.

Saat ini, sebagian orang menyukai susu sapi bubuk guna mendukung perkembangan sang bayi. Namun, jika di tengah proses pemberian susu ini terdapat gejala alergi, maka ada baiknya dihentikan dulu. Jika hal ini terjadi, maka segera konsultasikan dengan yang lebih paham seperti halnya dokter dan cobalah susu soya sebagai alternatif.

Beberapa jenis gejala yang bisa timbul akibat mengkonsumsi susu sapi antara lain gatal-gatal, bintik, mual hingga diare. Apabila tanda-tanda ini mulai muncul, maka cobalah untuk mengurangi porsi susunya secara perlahan sambil melihat perkembangan dari anak. Jika semakin membaik, maka dapat dipastikan bahwa bayi sensitif atau memiliki alergi terhadap jenis susu tersebut.

Jika ingin mengkonsumsi susu soya, maka perhatikan setiap kandungan yang terdapat pada kemasan. Pastikan memilih kandungan yang paling aman. Contohnya, jika ternyata anak memiliki alergi yang cukup berat, maka pilihlah merk susu yang menggunakan bahan alami. Pada saat pemilihan susu pun jangan lupa untuk terus meminta pendapat dari dokter.

Jadi, jangan menunggu terlalu lama untuk mengganti susu jika memang bayi sudah menunjukkan tanda-tanda tidak cocok. Selain dapat menghambat pertumbuhannya, bayi juga akan kekurangan gizi dan mudah lapar. Meskipun bukan air susu ibu, namun uniknya soya juga bermanfaat dan bergizi untuk perkembangan si kecil.

Susu Soya dengan Beragam Manfaatnya Untuk Bayi

Meskipun masih menjadi perdebatan, pada kenyataannya susu soya ini sangat bermanfaat bagi kesehatan terutama tumbuh dan kembang sang bayi. Kandungannya yang lengkap, susu soya dapat dijadikan alternatif pengganti yang tepat dan efektif bagi bayi yang sedang membutuhkan gizi tambahan. Bagi orang tua yang masih ragu, berikut adalah beberapa manfaat yang bisa dirasakan oleh bayi ketika mengkonsumsi susu soya:

1. Melindungi Saluran Pencernaan Sang Bayi

Beberapa masalah yang sering dihadapi bayi ketika alergi adalah diare, muntah hingga susah BAB. Masalah ini yang seringkali muncul hingga membuat berat badan anak sulit untuk naik. Namun, dengan mengkonsumsi susu formula soya secara tepat, potensi untuk mual maupun diare tentunya akan berkurang.

Hal ini dikarenakan banyaknya serat yang terkandung pada susu soya. Dengan kandungan ini, saluran pada pencernaan bayi akan terlindungi dari berbagai faktor virus dan bakteri yang dapat membuat bayi muntah dan diare.

Pastikan untuk memberikan dalam porsi yang cukup dan jangan sampai berlebihan. Karena kandungan seratnya yang tinggi, maka BAB si kecil akan semakin lancar dan Jika jumlah dan frekuensinya terlalu banyak atau sering, maka juga bisa menyebabkan diare untuk si kecil.

2. Mendukung Pertumbuhan & Berat Badan

Selain protein yang bisa dibilang cukup tinggi, karbohidrat, lemak dan Omega-6 juga terkandung didalamnya dengan proporsi yang berbeda-beda. Keempat nutrisi tersebut dikenal sebagai nutrisi terbaik untuk menambah bobot bayi terutama bagi mereka yang lahir kecil atau prematur.

Sebagian orang mengenal protein sebagai nutrisi untuk pertumbuhan anak saja. Padahal protein juga merupakan nutrisi yang mampu meningkatkan masa otot pada anak-anak sejak dini. Jadi, jika masa otot pada bayi naik, maka berat badannya pun akan berbanding lurus.

Sudah bukan rahasia lagi bahwa karbohidrat merupakan tambahan kalori yang dipercaya mampu membantu menambah berat badan pada orang dewasa. Hal ini pun berlaku untuk bayi yang sedang tumbuh. Dengan mengkonsumsi kalori secara rutin setiap harinya, maka sisa kalori yang tidak terbakar di dalam tubuh bayi akan tersimpan menjadi lemak.

Baca Juga :  Menjaga Kesehatan Anak Dengan Meningkatkan Sistem Kekebalan Anak

Jika lemak tidak aman untuk orang dewasa, hal ini berbalik dengan kebutuhan anak bayi. Jika ingin bayi bertambah beratnya, maka pastikan anak mendapatkan asupan lemak hingga 36 gr per hari. Karena bayi dibawah 3 bulan belum bisa mengkonsumsi makanan, pastikan untuk memberikannya lemak yang cukup melalui susu.

3. Mencegah Masalah Akibat Kandungan Laktosa

Alergi pada bayi biasanya menimbulkan beberapa masalah, salah satunya adalah intoleransi laktosa atau gangguan pencernaan. Ini adalah kondisi dimana tubuh bayi tidak mampu mencerna secara sempurna sehingga terjadilah mual dan diare. Ini juga sebagai tanda tanda bahwa bayi tidak cocok atau alergi karena mengkonsumsi susu sapi.

Jika hal ini terjadi, maka cobalah mengganti dengan susu yang berbahan kedelai. Susu berbahan kedelai tidak memiliki kandungan laktosa di dalamnya sehingga tidak memicu alergi atau gangguan pencernaan. Sebaliknya, susu ini kaya akan antioksidan yang justru mampu meningkatkan kekebalan tubuh bayi. Jadi, jika dikonsumsi secara rutin, tubuh bayi akan menjadi lebih sehat dan terhindar dari penyakit.

Hingga saat ini, kondisi intoleransi laktosa memang tidak berbahaya karena dapat diatasi dengan beberapa cara seperti mengganti susu yang dikonsumsi. Namun, jika tidak diatasi dengan segera, maka kondisi ini dapat menyebabkan bayi menjadi lebih lemas dan berat badan menyusut. Jadi, jika sudah ada tanda-tanda seperti ini, maka segera atasi agar tidak sampai memperburuk kondisi.

4. Menaikkan HDL

Meskipun lemak jenuh atau juga dikenal dengan lemak jahat, namun sebenarnya baik untuk kenaikan berat badan bayi, namun jangan mengkonsumsi terlalu banyak. Untungnya, susu formula penambah berat badan bayi 3 bulan, mengandung lemak jenuh yang cukup untuk berkembangnya sang anak.

Jika diberikan sesuai porsinya, maka lemak ini akan secara efektif bermanfaat sebagai penambah berat badan dan tidak mengganggu kesehatannya. Jadi, pastikan untuk tidak memberinya terlalu banyak atau sedikit.

5. Mendukung Pertumbuhan Otak

Hampir setiap susu formula yang didesain khusus untuk balita memiliki kandungan vitamin yang lengkap. Bahkan, susu soya pun memiliki vitamin atau minyak ikan yang dikenal mampu mendukung pertumbuhan otak manusia. Dengan memberikan vitamin ini sejak dini, maka otak si kecil akan berkembang dengan baik sehingga bisa menjadi pintar.

Salah satu kandungan penting yang terdapat pada ASI adalah ARA. ARA tidak terkandung di semua jenis soya. Pada dasarnya, nutrisi ini juga berperan penting dalam perkembangan otak bayi dari kecil hingga berumur satu tahun. Jadi, jika bayi tidak mendapatkan asupan ARA yang cukup, maka otak sang bayi tidak dapat berkembang secara maksimal. Untuk bisa mendapatkan manfaat ini, maka pilih jenis soya dengan kandungan tersebut.

6. Dapat Menggantikan Susu Sapi

Bagi yang anaknya alergi dengan minuman susu sapi, tak perlu panik karena soya memiliki kandungan yang lengkap dan bagus seperti susu sapi. Bahkan banyak bayi maupun anak-anak yang telah mencoba mengkonsumsi susu formula penambah berat badan bayi 3 bulan dan dapat tumbuh dengan normal. Jadi, jangan takut untuk memberikannya kepada sang buah hati sejak dini jika memang dibutuhkan.

Sebelum memberikan susu soya kepada si kecil, pastikan sudah konsultasi dengan dokter dulu. Karena ada balita yang dapat alergi terhadap susu sapi dan soya sekaligus.

7. Memperkuat Tulang & Gigi

Susu formula soya mengandung vitamin maupun mineral yang memang dibutuhkan dalam proses perkembangan sang bayi seperti halnya vitamin A, D dan kalsium. Jadi, selain dapat membantu menambah berat badan si kecil, gigi dan tulang dari bayi pun akan ikut kuat.

Pemberian vitamin D dan kalsium secara rutin kepada bayi akan memperkuat tulangnya hingga membantunya untuk cepat tinggi atau panjang. Sedangkan, bagi bayi yang sudah memiliki gigi, maka vitamin ini dapat menjaganya agar lebih kuat dan tidak mudah berlubang.

Namun, sama halnya dengan serat dan nutrisi lainnya, pemberian kalsium dan vitamin D yang terlalu banyak pada bayi tidak dianjurkan. Jadi, pastikan untuk selalu melihat komposisi dan kandungan kedua vitamin yang ada pada susu soya.

Frekuensi & Jumlah Pemberian Susu Soya Pada Bayi

Salah satu hal perlu diperhatikan ketika memberikan soya adalah frekuensi dan takarannya. Setiap bayi membutuhkan takaran dan kebutuhan yang berbeda-beda tergantung dengan umur dan tingkat alerginya. Jadi, sebelum memberikan takaran penuh, ada baiknya para orang tua mencoba takaran paling sedikit untuk sang buah hati. Jika tidak menunjukkan alergi, maka naikkan takaran secara perlahan kepada anak.

Bagi bayi yang baru saja lahir, berikan susu soya secara bertahap dengan jumlah yang sedikit, antara 10-20 ml saja sekali minum. Perlu diingat bahwa bayi yang baru lahir memiliki ukuran lambung yang sangat kecil sehingga akan mengalami kesulitan mencerna.  Untuk frekuensi pemberiannya, berikan setiap 3-4 jam sekali selama 4 minggu pertama.

Seiring bertambahnya waktu, susu formula penambah berat badan bayi 3 bulan dapat diberikan dalam jumlah yang lebih banyak. Bahkan pada bayi yang berusia 1 bulan bisa menghabiskan susu hingga 90-120 ml sekali minum. Di usia ini, bayi juga akan lebih mudah lapar dan haus sehingga akan meminta susu lebih sering. Untuk mengantisipasi hal ini, pastikan untuk selalu memonitor jumlah susu yang telah diberikan agar tidak sampai terjadi hal yang tidak diinginkan.

Bagi bayi yang sudah berusia 2-3 bulan, jumlah konsumsinya, akan meningkat lagi menjadi 120-150 ml per menyusu. Hal ini dini dikarenakan lambungnya yang sudah jauh lebih besar sehingga dapat menampung lebih banyak. Namun, secara frekuensi tidak ada perubahan signifikan dari umur 2 bulan.

Terakhir, hal yang perlu diperhatikan oleh para orang tua ketika memberikan susu formula penambah berat badan bayi 3 bulan adalah asupan vitamin B12. Vitamin ini sama pentingnya seperti vitamin lainnya, hanya saja terdapat pada makanan hewani saja.

Tata Cara Pemberian Susu Soya yang Aman Untuk Bayi

Setelah mengetahui frekuensi dan jumlah yang tepat, maka saatnya belajar tentang pemberian susu soya bagi anak terutama yang masih bayi. Hal ini penting untuk diperhatikan agar gizi yang pada susu tidak sampai rusak. Untuk lebih detailnya, berikut adalah pemberian susu soya yang aman untuk anak bayi:

1. Tidak Menggunakan Air Terlalu Panas/ Mendidih

Dalam membuat susu soya, pastikan untuk tidak menggunakan air terlalu panas atau mendidih. Selain berbahaya untuk si kecil, suhu yang panas dapat merusak gizi yang ada di dalam susu. Untuk bisa mendapatkan hasil yang terbaik, maka cukup gunakan air hangat yang bisa tercampur dengan bubuk.

Cara terbaik untuk mempersiapkan susu formula adalah dengan menggunakan air matang dengan suhu minimal 70 derajat. Air dengan suhu ini bisa didapatkan dengan mendidihkan air selama 10 menit saja. Apabila setelah dituangkan air dirasa terlalu panas, maka dapat didinginkan dengan tambahan air. Cara lainnya adalah dengan meletakkan botol tersebut di dalam wadah dengan air biasa.

Baca Juga :  Menjaga Kesehatan Anak Dengan Meningkatkan Sistem Kekebalan Anak

Sebelum memberikan susu kepada si kecil, pastikan untuk mengetes terlebih dahulu suhu airnya. Hal ini dapat dilakukan dengan mengocok atau memencet botol si kecil dengan pelan hingga ada tetesan yang keluar. Jika dirasa sudah hangat, maka susu soya dapat diberikan kepada si buah hati.

2. Selalu Diberikan Dalam Kondisi Bersih Higienis

Sebelum menyiapkan susu soya, ada baiknya untuk selalu mencuci tangan dan peralatan yang akan digunakan. Hal ini untuk menghindari munculnya bakteri atau virus yang tumbuh akibat tangan dan peralatan yang kotor. Jika hal ini terjadi, maka gizi dan nutrisi yang ada pada susu soya tidak akan terserap dengan baik oleh si kecil.

3. Tidak Boleh Dikonsumsi Setelah 2 Jam

Susu yang telah dibuat dan dikonsumsi harus dihabiskan segera atau maksimal dalam waktu 2 jam. Hal ini dikarenakan kandungan dan nutrisi yang berada di dalam susu tersebut sudah berbeda jika dibandingkan dengan awal pembuatannya. Apabila didiamkan dan dibiarkan semakin lama, maka potensi muncul virus dan bakteri pada susu tersebut akan semakin besar.

Namun, jika susu belum dikonsumsi, maka ada baiknya untuk segera menyimpannya di dalam kulkas atau di ruangan dengan suhu kurang dari 5 derajat. Jika belum dikonsumsi, maka susu tersebut dapat bertahan hingga maksimal 24 jam.

4. Penyimpanan Susu Bubuk

Sama halnya dengan susu yang telah dibuat, penyimpanan susu bubuk yang telah dibuka juga sangat penting untuk diperhatikan. Setelah membuka plastik susu, simpanlah pada wadah yang rapat dan tidak lembab. Hal ini untuk menjaga nutrisi dan gizi yang ada pada susu bubuk. Selain itu, dengan menyimpannya dengan benar, dapat terhindar dari semua dan jamur.

Rekomendasi Merk Susu Soya Penambah Berat Badan Terbaik Untuk Anak-Anak

Memilih susu formula untuk anak-anak dibawah 12 bulan memang harus ekstra hati-hati. Pada usia tersebut, lambungnya masih sangat kecil sehingga pencernaannya belum sempurna. Selain itu, mereka juga membutuhkan gizi untuk menggantikan gizi dari ASI. Agar tidak sampai salah memilih, berikut adalah beberapa pilihan merk serta produk yang bisa dicoba untuk sang buah hati:

1. Morinaga Susu BMT

Bagi yang mencari produk dengan harga terjangkau, maka Morinaga Susu BMT adalah salah satu rekomendasi terbaik. Selain harganya yang bersahabat, produknya mudah ditemukan di berbagai toko di Indonesia. Untuk variasinya pun cukup beragam mulai dari berbahan sapi hingga kedelai untuk yang alergi.

Salah satu varian yang paling direkomendasikan dan banyak digunakan oleh para orang tua adalah Morinaga NL-33. Ini merupakan varian bagi mereka yang alergi terhadap laktosa. Selain itu, jenis ini juga dibuat dengan bahan yang aman untuk dikonsumsi bayi berusia 0-12 bulan.

2. Bebelove Gold Soya

Bebelove Gold Soya adalah salah satu pilihan susu kedelai terbaik yang bisa menjadi opsi para orang tua. Meskipun terbuat dari bahan dasar tanaman, namun produk dari Nutricia ini juga memiliki gizi yang lengkap seperti Fish oil, vitamin hingga mineral untuk mendukung pertumbuhan si kecil.

Selain sebagai pelengkap nutrisi, Bebelove Gold Soya juga mampu menjaga pencernaan anak dengan baik sehingga menghindari perut kembung pada bayi. Apabila bayi meminum susu formula dengan kandungan yang terlalu berat atau penuh, maka mereka akan mudah kembung dan gumoh. Hal ini tentunya akan membuat bayi tidak nyaman dan mudah rewel.

Kelebihan terakhir dari Bebelove Gold Soya dibandingkan dengan produk lainnya adalah kandungan seratnya yang cukup tinggi. Sama halnya dengan orang dewasa, bayi pun membutuhkan serat meskipun tidak dalam jumlah yang banyak. Namun, semakin besar anak, maka jumlah serat yang dibutuhkan pun semakin besar dan hal ini telah disediakan oleh Bebelove Gold Soya.

3. SGM Ananda Soya

Pesaing Morinaga yang juga dapat dibeli dengan harga terjangkau adalah SGM Ananda. Untuk ukuran terkecil dari produk ini, yaitu 120-gram, dapat bisa dibeli dengan harga Rp 12.000. Selain ukuran tersebut, masih ada variasi lainnya seperti 150-gram hingga yang terbesar 1000 gram.

Nah, meskipun harganya tergolong murah, namun isi dari SGM Ananda Soya tidaklah murahan. Ini merupakan produk buatan lokal yang tidak kalah berkualitas dengan merk lainnya. Hal ini terbukti dari kandungan zat besi dan Prebiotik FOS Inulin yang ada di dalam SGM Ananda. Zat besi sendiri berfungsi untuk mendukung pembentukan sel darah merah di dalam tubuh bayi. Hal ini untuk mencegah si kecil terkena anemia atau sel-sel tubuhnya rusak.

4. Isomil Advance Soya

Bagi anak-anak dibawah 1 tahun, cobalah Isomil Advance Soya terlebih dahulu. Variansi ini dibuat khusus dengan nutrisi yang lengkap seperti protein dan tambahan kalsium. Dengan begitu, perkembangan tulang dan gigi si kecil juga dapat terjaga dengan baik. Mengenai rasanya, jangan khawatir, karena tersedia dalam rasa vanilla namun dengan kadar gula yang aman.

Jika cocok varian tersebut, maka anak bisa melanjutkan ke Isomil Advance Plus. Secara bahan dasar, tidak ada perubahan signifikan dari sebelumnya, hanya saja komposisinya bertambah dan nutrisinya semakin lengkap. Bagi yang tertarik dengan produk tersebut, bisa membelinya di toko-toko terdekat dengan harga mulai Rp 268.500 / 850 gram.

5. Nutribaby Royal

Nutrilon menghadirkan empat macam produk yang bisa membantu perkembangan anak dari usia 0-4 tahun. Produk mereka yang pertama adalah Nutribaby yang terdiri dari dua macam yaitu yang biasa dan royal. Apakah perbedaan dari kedua produk dan manakah yang terbaik untuk dikonsumsi si kecil?

Secara keseluruhan, nutrisi yang ada pada kedua produk tersebut sama. Hanya saja yang royal memiliki takaran gizi yang lebih banyak dibandingkan yang biasa. Meskipun begitu, bukan berarti Nutribaby normal tidak bagus. Jika ingin menggunakan susu ini sebagai pendamping maka yang biasa akan cukup untuk si kecil. Sedangkan jika membutuhkan pengganti ASI, maka lebih baik menggunakan Nutribaby Royal.

Kekurangan dari produk ini hanyalah variasi ukurannya yang sedikit sehingga tidak memberikan banyak pilihan kepada pembeli. Selain itu, harga dari Nutribaby cenderung lebih mahal jika dibandingkan dengan susu lokal. Saat ini, harga susu formula penambah berat badan bayi 0-6 bulan ini berkisar antara Rp 200.000 – Rp 250.000 per 800 gram.

6. S-26 Nursoy Royal Gold

Wyeth Nutrition memiliki misi untuk memberikan nutrisi dan gizi yang terbaik untuk anak-anak di dunia. Oleh karena itu, mereka menciptakan susu formula penambah berat badan 3 bulan yang dikenal dengan S-26 Gold. Bahkan, dibandingkan dengan produk lainnya, ini merupakan produk berkualitas premium karena kandungan nutrisinya berlimpah.

Jika dibandingkan dengan produk lain, S-26 Gold mengandung kadar protein yang mencapai 40%, sedangkan susu lainnya biasanya hanya 18%. Selain itu, ada juga lemak campuran 100% yang akan memberikan energi penuh kepada si kecil.

Baca Juga :  Menjaga Kesehatan Anak Dengan Meningkatkan Sistem Kekebalan Anak

Untuk si kecil yang tidak bisa menerima susu sapi, jangan khawatir karena ada pilihan S26 Soya tahap 1 dan 2. Selain protein hewani, komponen yang ada di dalam varian ini sama dengan S-26 royal yang premium. Jadi, para orang tua tidak perlu khawatir mengenai kelengkapan gizi yang akan diterima anak.

7. Nestle Nan Lactose

Nestle telah dikenal sebagai salah satu produsen susu terbaik di dunia. Selain memproduksi untuk orang dewasa, nestle juga memproduksi susu formula penambah berat badan 3 bulan baik dari sapi maupun soya.

Bagi yang tidak memiliki masalah dengan susu sapi, maka cobalah Nan PH Pro 1. Nestle mengklaim bahwa kandungan dan rasa yang ada pada produk ini hampir sama dengan ASI. Bahkan, Nan PH Pro 1 mengandung kalsium untuk mendukung kekuatan gigi dan tulang bayi.

Sedangkan bagi mereka yang memiliki alergi bisa membeli Nestle Nan Lactose. Di varian ini terdapat kandungan protein hypoallergenic yang berfungsi membantu mengurangi dan menekan alergi yang dapat timbul pada bayi. Dengan begitu, setelah mengkonsumsi susu ini, diharapkan bayi bisa dalam kondisi yang sehat tanpa mual, gatal atau efek alergi yang lain.

8. Enfamil Baby Formula

Untuk bayi yang baru lahir, para orang tua bisa mencoba Enfamil A+ Gentle Care terlebih dahulu. Sesuai namanya, varian ini dibuat dengan protein kasein dan dibuat dengan tekstur yang sangat halus untuk mencegah gangguan pencernaan untuk si kecil. Dengan begitu, si kecil bisa terhindari dari perut kembung atau gumoh yang terlalu sering.

Meskipun bagus untuk perkembangan fisik bayi, namun Enfamil A+ disarankan hanya sebagai pendamping ASI saja. Jadi, usahakan untuk tetap memberikan ASI sebagai yang utama dengan Enfamil A+ Gentle sebagai pendamping saja.

Apabila tanda-tanda alergi seperti perut kembung, diare hingga muntah-muntah bermunculan, maka cobalah ganti dengan yang Baby Formula. Konsep produk ini sama dengan sebelumnya, hanya saja proteinnya berasal dari tanaman sehingga tidak berpotensi menimbulkan alergi pada anak-anak.

9. Similac

Bagi orang tua yang ingin fokus menambah berat badan saja dan tidak melihat gizi yang lainnya bisa mencoba Similac Gain Kid. Sesuai namanya, produk ini dirancang khusus dengan tujuan membuat anak semakin berisi. Meskipun begitu, produk diatas juga memiliki nutrisi lainnya yang bisa membantu perkembangan otak dan tulang bayi.

Produk lainnya dari merk ini yang juga menjadi incaran para ibu-ibu adalah Similac Advance 1. Rasa dari produk ini dibuat semirip mungkin dengan ASI, sehingga tidak membuat anak bingung ketika mengkonsumsinya. Namun, kelebihan produk ini adalah adanya asam lemak DHA yang dapat meningkatkan kecerdasan otak si kecil.

Terakhir, bagi yang anaknya mengalami gejala alergi terhadap suatu makanan bisa mencoba Similac Alimentum sebagai alternatif. Susu ini tidak hanya dirancang untuk mereka yang alergi susu namun alergi terhadap protein hewani. Kelebihan lain dari varian ini adalah adanya ARA yang membantu perkembangan organ bayi mulai dari mata hingga otaknya juga.

Sayangnya, susu formula penambah berat badan 3 bulan ini tergolong mahal dan susah dicari dibandingkan dengan merk lainnya. Hanya untuk 400 gram, harga yang dijual di pasaran sekitar Rp 400.000. Namun dengan manfaat dan nutrisinya yang tinggi, produk ini tetap layak untuk dibeli.

10. Nutramigen LGG

Produk yang juga diproduksi oleh Mead Johnson ini sangat cocok bagi yang memiliki alergi tingkat tinggi atau berkebutuhan. Tidak seperti yang lainnya, Nutramigen LGG dibuat dari molekul dengan ukuran yang sangat kecil sehingga potensi untuk memicu alergi pada anak-anak sangatlah kecil.

Sayangnya, sama halnya dengan produk Mead Johnson lainnya, harga merk susu formula penambah berat badan ini juga mahal. Untuk per kalengnya atau 400 gramnya, harganya adalah Rp 350.000. Selain itu, produk ini tergolong tidak tersedia di semua supermarket seperti produk lokal.

Sebelum memutuskan untuk membeli salah satu produk, pastikan untuk selalu membaca kandungan yang ada pada kemasan. Dengan penjelasan diatas, dapat diketahui bahwa kandungan pada setiap kemasan berbeda-beda. Meskipun terbuat dari soya, namun kandungan soya dan proteinnya pun berbeda-beda.

Jangan mudah tergiur dengan produk impor ataupun lokal. Jika ingin melihat kecocokannya buat si kecil, maka cobalah dari produk yang ringan dulu. Dengan begitu, para orang tua bisa melihat reaksi tubuh si kecil ketika mengkonsumsi susu.

Selain itu, pastikan untuk selalu konsultasikan isi dari produk kepada dokter. Hal ini untuk menghindari munculnya alergi lain pada bayi. Perlu diketahui bahwa anak yang alergi sapi juga berpotensi mengalami hal yang sama dengan soya. Jadi, sebelum memberikan lebih jauh, jangan lupa untuk memantau si kecil setelah mengkonsumsi susu tersebut.

Penutup

Setiap anak harus mendapatkan gizi dan nutrisi yang lengkap sejak dini. Sehingga, pemberian ASI tetap menjadi yang utama dan wajib diusahakan oleh setiap orang tua. Namun, dalam prosesnya, jika ada kendala, maka susu formula penambah berat badan bayi 3 bulan bisa menjadi alternatif untuk membantu memenuhi gizinya.

Untuk yang tidak cocok dengan sapi bisa menggantinya dengan susu soya yang tidak kalah berkualitas. Bahkan hampir semua vitamin dan mineral pada kedua varian tersebut sama, hanya komposisinya saja yang berbeda.

Selain itu, rasanya sendiri tidak jauh kalah lezat dan nikmat seperti produk umumnya. Jika susu kedelai dikenal hambar dan tidak ada rasa, maka berbeda untuk produk saat ini. Kini, banyak bermunculan variasi rasa susu soya anak-anak yang membuatnya terasa lebih enak dan gurih. Jangan khawatir mengenai kadar gulanya, karena semua telah sesuai standar kesehatan.

Meskipun memiliki banyak manfaat, kekurangan soya adalah tidak adanya asupan vitamin B12 karena hanya terdapat pada makanan hewani. Namun, para orang tua tidak perlu khawatir, karena vitamin ini tetap bisa didapatkan dari obat atau droplet khusus.

Kekurangan berikutnya adalah harganya yang relatif lebih mahal. Susu formula penambah berat badan 3 bulan jenis soya berkisar antara Rp 120.000- Rp 300.000 per 250-300 gramnya. Biasanya, semakin lengkap nutrisi yang ada pada merk tersebut maka semakin mahal pula harganya.

Terakhir, namun penting untuk dilakukan adalah memberikan susu secara bertahap dengan memonitor kondisi secara periodik. Saat memberikan soya kepada anak, perhatikan apakah ada gejala alergi yang muncul atau tidak. Jika tidak, maka jumlahnya dapat bertambah sesuai dengan anjuran pada kemasan atau sesuai arahan dari dokter.

Semua susu formula penambah berat badan bayi 3 bulan untuk anak tidak disarankan untuk langsung diberikan jika tidak ada arahan dari dokter. Selama gizi anak masih tercukupi, maka cukup berikan sebagai pendamping saja. Sedangkan jika anak tidak cocok dengan susu sapi, maka gunakan soya sebagai alternatif agar gizinya tetap terpenuhi.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *